Rabu, 20 Oktober 2010

Bukan Cuka Tapi Kamu

Melihatmu membuat aku mengingatmu.
Mengingatmu membuat aku menyayangimu.
Menyayangimu membuat aku mencintaimu.
Mencintaimu membuat aku membencimu.
Membencimu membuat aku terluka.

Luka tanpa goresan.
Luka tak berdarah.
Luka yang tak terlihat.
Luka yang sulit tuk sembuh.

Aku yakin kau tahu, luka ini bukan karna cuka tapi karnamu


Jemada 06 : 21 Am         


Sabtu, 02 Oktober 2010

Cintaku Tak Cinta Aku

Masih saja aku berjalan sendiri, ada apa gerangan mengapa harus tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh bintang? Itu yang ada di benakku, tpi kaki ku tak mau berhenti menapak tuk berhenti sejenak. Mengingat semua kenangan bersama cintaku rasanya bulan penuh bintang ini menghina dan menertawai aku.

Kupaksa hati tuk menanhan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa. Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun. Kata itu jadi pengobat hatiku.

Lepaskan belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru. Pernah aku mencoba tuk berpaling dan mendambakan sosok wanita lain yang barang kali bisa jadi pengantimu. Aku disampingnya begitu pasti, yang tak ku merngerti masi saja terasa sepi. Apa jadinya jika mulut dilarang bicara? Apa jadinya jika mata dilarang melihat? Apa jadinya jika telinga dilarang mendengar? Coba kau pikir sendiri cintaku.

Aku sering ditikam cinta, pernah dilempar badai tapi aku tetap berdiri. Aku slalu berpendapat, dimana kehidupan disitulah jawaban, itu semua karnamu cintaku. Mereka yang pernah kalah belum tentu menyerah kata kata yang selalu tersirat dibenakku setiap kali teringat dirimu cintaku.

Kucoba berkaca pada jejak yang ada ternyata aku sudah tertingal bahkan jauh tertingal. Dendam ada dimana mana dijantungku, dijantungmu, dijantung hari hari. Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah.Satu pesanku, jangan kau paksa untuk tetap terus berlari bila luka di kaki belum terobati.

Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan. Mungkin hari ini engkau bisa menikmati kesempatan yang kau peroleh cintaku dan aku yakin hal itu juga akan singgah padaku, smoga. Yah smoga engkau bahagia dengan dia. Barangkali itulah kata makian yang paling tepat untuk orang yang ku sayang.

Gelombang cinta, gelombang kesadaran merobek bulan penuh bintang, menyonsong hari esok yang lebih baik.

Sekarang pagi menyongsong, kuhangatkan tubuh dicerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat. Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, takkan mengubah rajawali menjadi burung nuri.

Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragaku padamu. Duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya.

Malaikat timur, malaikat barat, malaikat selatan, malaikat utara lakukanlah yang terbaik, lindungi dia, cintaku yang tak cinta aku.
Amin.
Cukup itu doaku padamu cintaku.


Jemada 3:48am