Selasa, 21 September 2010

Nak Aku Dan Ibumu

Nak terlelaplah di pangkuan ayah, biarkan ibumu istirahat sejenak mungkin dia lelah dengan segala penat kehidupan ini.

Nak jangan sakit, bukannya ayah takut banyak biaya tpi ayah takut kau jadi korban mal peraktek.
Nak minumlah susu kedelai buatan ibumu saja, sebab susu pabrik banyak zat kimianya.
Nak ga perlu sekolah yang tinggi cukup sampai SMA saja, bukannya ayah tidak menjamin pendidikanmu tpi banyak ijazah yg tak terpakai, hanya menjadi pelengkap baju di lemari lemari para sarjana saja.
Nak jangan gapai cita citamu setinggi langit, cukuplah gapai cita citamu setinggi tanganmu saat engkau menunjuk ke atas dan saat kau gapai itu jangan kau lepaskan lagi.

Nak bergaullah sesuka hatimu, sebab semua orang punya kelebihan dan kekurangan.
Nak jangan percaya kepada setiap orang, sebab semua orang tidak bisa di jadikan sebagai sahabat.
Nak asah terus rasa curigamu, sebab orang yg curiga sering terselamatkan.
Nak egois sedikit bukan masallah, agar engkau tidak kelaparan kelak.

Nak jangan pernah menilai suatu pekerjaan dari hasilnya, karna hasil yg banyak bisa membuat engkau gelisah.
Nak jangan lupakan leluhur dan budayamu sendiri karna itu adalah akar dari kehidupan ini.
Nak beragamalah sesuai dengan keyakinanmu kelak karna Tuhan tidak pernah  memaksa.
Dan nak temukanlah wanita yang menurutmu baik paling tidak seperti ibumu yang telah berjuang demi kehidupan mu.
Kelak engkau akan paham dengan ini smua.

Matamu terbuka, terbangun dari tidurmu yang lelap di pangkuanku. Sambil tertawa padaku engkau ingin meraih ibumu, jelas terlihat engkau haus buah hatiku.
Sekarang minumlah air susu ibumu anakku, lepaskan dahagamu itu, jangan takut air susu ibumu tidak akan habis sebab itulah mata air kehidupan yang diberikan Tuhan kepadamu melalui seoarang ibu.



Jemada 03:59 Am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar